Dalam sebuah jalinan cinta akan selalu ada yang namanya perbedaan pendapat. Akan selalu ada sesuatu hal yang dapat memancing emosi setiap pasangan. Namun semua akan dikembalikan lagi kepada pasangan tersebut. Apakah akan melanjutkan kisah cintanya? Atau akan berakhir. Semua kembali lagi ke masing-masing setiap pasangan tersebut. Ketika jarak menjadi masalah dalam percintaan, maka waktu yang akan datang menjadi jawaban atas semua masalah tentang jarak.
Pagi ini indah, udara yang segar masih dapat aku nikmati dari dalam kamar yang memang setiap pagi selalu aku buka jendela kamarku agar aku dapat menikmati udara yang segar ini. Seperti sebuah doping, udara pagi membuat aku menjadi lebih bersemangat dalam mengawali hidupku yang penuh drama ini. Namaku Joni, aku adalah seorang mahasiswa semester 8 yang kuliah di sebuah universitas di Yogyakarta yang jauh dari kampung halamanku, yaitu Aceh. Aku disini mempunyai pacar yang baik, namanya Ani. Dia juga adalah mahasiswi yang satu universitas sama aku. Dan dia juga adalah seorang perantauan yang jauh yaitu di Lombok.
Setiap hari aku selalu merenung memikirkan hubunganku dan Ani yang sebentar lagi ini kami akan lulus kuliah dan kemungkinan akan kembali ke kampung halaman masing-masing. Mungkin bukan Cuma aku yang merasakan ini, namun keadaan ini memang sesuatu yang sangat riskan dan sering membuat pasangan menjadi berakhir kisah cintanya. Namun dalam benakku selalu berpikir yang positif-positif saja. Aku sering menanyakan kepada Ani kalau kedepannya dia apakah akan kembali dan mencari hidup di kampung halamannya atau akan merantau lagi. Namun dari Ani sendiri masih bingung akan bagaimana.
Sore seperti biasa kami bertemu di sebuah cafe langganan kami yang memang biasa untuk tempat kita ngobrol atau menghabiskan malam.
“sayang, apakah kita akan bisa menjalani LDR yang banyak orang menyerah karena jarak yang memisahkan kita?” Tanyaku
“itu adalah pertanyaan yang sulit. Aku sungguh sayang sama kamu, namun aku takut kalau jarak yang membuat kita jauh akan menghilangkan rasa sayangku kepadamu” Jawab Ani.
Jujur saja dengan mendengar jawaban itu sungguh membuat aku menjadi semakin kebingunan. Karena ketika jarak menentukan sebuah rasa sayang itu akan membuat kita menjadi lebih cepat berpisah. Sebenarnya akupun masih belum yakin tentang bagaimana perasaanku. Aku benar-benar masih sayang sama Ani, namun ketika kelak kita berjauhan dan ternyata dia mendapatkan seorang jodoh yang memang di kehendaki oleh Tuhan, maka aku bisa apa?
“apa kamu yakin kalau aku ini adalah jodoh kamu?”Tanyaku
“aku sangat sayang sama kamu, namun masih terlalu dini kalau kita membicarakan tentang jodoh karena kita baru mau lulus kuliah dan akan masih banyak yang kita persiapkan untuk masa depan. Dan yang aku takutkan ketika kita jauh akan membuat aku ataupun kamu lupa tentang rasa sayang ini” Jawab ani sambil memegang tanganku.
“lantas apakah kita akan tetap menjalani hubungan kita walaupun jarak yang jauh akan memisahkan kita? Dan jujur saja dengan jarak kita yang jauh akan membuat kita lama tidak bertemu” Tanyaku lagi sambil memandang tajam ke mata Ani.
“Tentu saja sayang, aku akan terus berusaha hari demi hari untuk tetap terus sayang sama kamu” Jawab Ani menenangkan diriku.
Setelah percakapan itupun membuat aku sedikit tenang, dan jujur saja aku mulai optimis dalam menjalani hubungan jarak jauh yang sebentar lagi akan kami lakukan. Namun siapa sangka, setelah kami lulus dan kami berpisah karena kembali ke kampung halaman masing-masing, aku mulai sibuk dengan rutinitasku bekerja di perkantoran dan Ani juga sibuk dengan pekerjaannya. Awal kami dipisahkan, kami masih tetap selalu berkomunikasi dengan baik dengan cara chat maupun telepon. Dan jujur saja awalnya sangat berat karena masih menyimpan rasa rindu yang mendalam untuknya.
Namun lama kelamaan kamipun mulai sedikit renggan, karena kesibukan kami yang hari demi hari harus bekerja dan juga lelah setelah pulang bekerja. Komunikasi kami menjadi kurang baik dan sering berantem karena hal-hal yang sangat sepele seperti karena aku lupa tidak mengucapkan “selamat pagi” atau lupa saling memberikan kabar setiap hari. Hal itulah yang membuat hubunganku dan Ani menjadi berakhir.
Setelah itu akupun paham, bahwa memang cinta itu akan susah menyatu ketika kita tidak selalu berada disampingnya. Dan ketika kita sudah disibukkan dengan rutinitas kegiatan yang lain yang membuat kita melupakan pasangan kita, maka pasti akan mengobarkan hubungan kita. Karena menurutku kita tidak akan pernah bisa fokus dengan dua prioritas. Sehingga apabila sedang fokus dengan prioritas karir maka pacar hanya akan menjadi beban apabila tidak saling mengerti satu sama lain dan tanpa ada toleransi tentang saling paham antara kesibukan dan menjaga hubungan cinta.

0 Response to "Cinta jarak jauh"
Post a Comment